PTK Mendengarkan Dongeng

ABSTRAK

Sujak, 2008. Peningkatkan Pembelajaran Mendengarkan Dongen dengan Teka-Teki Kreatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ngimbang Tahun Pelajaran 2008/2009

Kata Kunci: Pembelajaran, Dongeng, Teka-Teki, Kreatif

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia tersebut mencakup kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut jika diterapkan dengan sebenarnya akan membantu mata pelajaran lainnya. Untuk itu, peneliti sebagai guru kelas VII melakukan penelitian tindakan kelas yang berkaitan dengan mendengarkan dongeng.
Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendengarkan dongeng dengan menitik beratkan pada kemampuan siswa menentukan hal-hal menarik pada dongeng dan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VIIA karena peneliti hanya mengajar di kelas VIIA saja di SMP Negeri 2 Ngimbang Kabupaten Lamongan yang jumlah siswanya 42 anak. Semua siswa pada kelas itu mendapatkan perlakuan yang sama, tetapi yang digunakan sebagai sumber data laporan berjumlah 10 anak. Kesepuluh anak tersebut terdiri atas tiga anak kelompok bawah, empat anak kelompok tengah, dan tiga anak kelompok atas. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September sampai dengan Desember 2008.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas yang alurnya sebagai berikut: membuat perencanaan tindakan, melaksanakan tindakan dalam pembelajaran, mengadakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, dan merefleksi pelaksanaan tindakan.
Proses Pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil mendengarkan dongeng dengan teka-teki kreatif adalah: pertama, pembelajaran pada tahap pra-mendengarkan. (1) Pembelajaran untuk memotivasi siswa. (2) Pembelajaran untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa pada materi yang akan dipahaminya. (3) Pembelajaran untuk membangkitkan skemata siswa Kedua, pembelajaran pada tahap saat-mendengarkan. (1) Menjelaskan langkah-langkah pengisian teka-teki (2) Mendengarkan dongeng. (3) Pembimbingan siswa secara umum. (4) Pembelajaran dengan cara berdiskusi. (5) Kegiatan menyimpulkan dilakukan bersama dalam kelas. Ketiga, Pembelajaran pada tahap pasca-mendengarkan. (1) Mempublikasikan teka-teki kratif. (2) Refleksi pembelajaran.
Peningkatan hasil penelitian dapat dilihat dari hasil mengisi teka-teki kreatif pada setiap pembelajaran. Berdasarkan itu rata-rata nilai siswa pada siklus I dalam mengisi teka-teki kreatif dengan unsur intrinsik dongeng adalah 56, siklus II adalah 68 dan siklus III adalah 94. Pengisian dengan hal-hal yang menarik pada siklus I adalah 56, siklus II adalah 64, siklus IIIadalah 86. Pengisian dengan relevansi dongeng dengan situasi sekarang pada siklus I adalah 51, siklus II adalah 64, dan siklus III adalah 86. Rata-rata nilai mendengarkan dongeng dengan teka-teki kreatif siswa kelas VIIA: siklus I adalah 55, siklus II adalah 65, dan siklus III adalah 88.

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.