Materi ICT -S-1

 

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (ICT) PENDIDIKAN GURU-PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

( PG-PAUD) PROGRAM S-1  STIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

BEKERJA SAMA DENGAN:

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

Oleh : Sujak, S.Pd., M.Pd

 

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang amat pesat dan secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan di berbagai negara. Sejumlah negara telah mengintegrasikan TIK dalam perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan nasionalnya. Mereka bahkan telah mengubah kultur pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kegiatan belajar dan bekerja di sekolah.

 

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pemanfaatan TIK juga telah mendapat perhatian yang cukup tinggi dari pemerintah. Ini ditandai dengan terbitnya beberapa peraturan yang berkaitan dengan itu, antara lain:

-          Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Permendiknas ini memasukkan TIK sebagai salah satu komponen dalam Struktur kurikulum SMP/MTs dan Kurikulum SMA/MA, dan lebih khusus dalam kurikulum SMK.

-          Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Salah satu standar kompetensi yang tercantum adalah kemampuan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah

-          Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Standar kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan yang mendidik bagi guru TK/PAUD dan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bagi guru SD/MI sampai SMA/MA.

 

Selain itu, Rencana Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009 juga telah menggariskan bahwa untuk dapat memberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalah pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dilakukan melalui pendayagunaan ICT di bidang pendidikan yang mencakup peran ICT sebagai substansi pendidikan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi pendidikan, alat bantu manajemen satuan pendidikan, dan infrastruktur pendidikan.

 

1.      MANFAAT PENGGUNAAN  KOMPUTER

Pendapat  Petama:

Pemanfaatan media dan teknologi pembelajaran di sekolah, selain dapat memberi kontribusi terhadap pengetahuan dan keterampilan anak juga dapat membantu guru untuk dapat mempermudah proses belajar, memperjelas materi pembelajaran dengan berbagai contoh yang konkret, Memfasilitasi interaksi dengan anak, memberikan kesempatan praktek kepada anak, dan memberikan kesempatan evaluasi beragam bentuk media dan teknologi pembelajaran.

 

Pendapat kedua:

Pendidik adalah sumber ilmu bagi anak didiknya. Seorang pendidik harus tahu akan informasi-anformasi yang terbaru, khususnya informasi tentang pendidikan anak usia dini untuk diberikan pada anak didiknya. untuk memperoleh informasi tersebut, pendidik harus memanfaatkan tehnologi informasi dan komunikasi seperti internet. Pendidik harus tahu akan cara menggunakan dan mengoperasikannya, dengan cara mendownload file / program / tentang informasi yang lainnnya. Dengan memanfaatkan tehnologi infotmasi dan komunikasi, maka pengetahuan yang dimiliki pendidik bertambah banyak dan upaya pengembangan diri sebagai seorang pendidik yang profesional.

 

Pendapat ketiga:

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan pengembangan diri maksudnya adalah dalam pelaksanaan kegiatan pada anak usia dini dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan misalanya tape, radio, televise dan komputer. Selain itu dengan menggunakan teknologi informasi akan membuka wawasan bagi anak akan perkembangan dan perlunya teknologi. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran akan lebih menarik sehingga anak terdorong untuk menyukai belajar.

2.      BEKAL PENDIDIK
Pendapat pertama:

Adapun bekal kemampuan pendidik dalam pembelajaran komputer anak di kelas, yakni pendidik harus memiliki wawasan dalam memilih software-software seri educative for children dan bermain dengan program office terutama Powerpoint sehingga dapat mengeksplorasi kreativitas anak dan diharapkan akan menjadi modal awal untuk masa depan mereka kelak.

Pendapat kedua:

Bekal kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik dalam pembelajaran komputer anak didik :
a. Pendidik harus mengetahui tentang komputer
b. Pendidik harus memahami tentang ilmu/pengetahuan komputer
c. Pendidik harus bisa mangoperasikannya
d. Pendidik harus bisa memilih program apa saja yang harus diberikan  pembelajaran

anak didiknya
e. Berusaha membuat program animasi untuk pembelajaran anak usia dini.

Pendapat ketiga:

Bekal kemampuan yang harus dimiliki seorang pendidik dalam pembelajaran komputer di kelas yaitu dengan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, menjelaskan pentingnya penggunaan komputer dan menyediakan peralatan belajar yang tepat, proses belajar akan jadi menarik dan dapat dinikmati anak. Selain itu pendidik juga harus memiliki ketrampilan program komputer anak, serta mendesain kurikulum untuk mempercepat penguasaan keterampilan perkembangan seiring dengan pertumbuhan anak misalnya kompetensi komputer : pengetahuan dasar, control mouse, ketrampilan menggunakan keyboard.  Selain itu, pendidik  dapat juga mengajarkan beberapa aktivitas langsung sekaligus, misalnya bagaimana cara menyalakan dan mematikan komputer dengan benar, bagaimana memasukkan CD / disket ke drive masing-masing, tunjukkkan cara yang benar memegang CD / disket, keterampilan menggunakan mouse, beberapa keterampilan dasar menggunakan keyboard seperti letak-letak tombol (ENTER) dan (ESC). Cara yang terbaik untuk memulai adalah meminta anak menuliskan nama mereka menggunakan keyboard.

3.      PENGGUNAAN KOMPUTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI PAUD

 

Pada era sekarang ini, pengetahuan anak kadang-kadang melebihi apa yang menjadi pemikiran orang tua/guru. Hal itu terjadi karena kita sebagai orang tua manyamakan kemampuan anak sekarang sama dengan  waktu kita masih kecil dulu, padahal kemajuan teknologi sekarang ini sangat berbeda dengan dulu (waktu kita masih kecil). Anak-anak sekarang sudah pandai mengoperasikan HP padahal kita kadang-kadang masih mengalami hambatan. Hal ini perlu kita buat wawasan pembelajaran pada anak-anak sekarang.

Anak akan jenuh, malas jika pembelajaran dilakukan seperti zaman kita dulu karena lingkungan kita sudah banyak menggunakan teknologi canggih. Anak-anak setiap hari mengatahui TV dengan berbagai permainan animasi yang menarik. Anak-anak sering memainkan HP dengan cekatan, begitu juga anak-anak sudah banyak mempraktekkan komputer sebagai sarana belajar dan bermain.

Berdasarkan itu, ICT wajib dikuasai oleh pendidik PAUD dalam rangka membimbing anak-anak menuju sukses. Adapun program-program yang perlu dikuasai guru PAUD dalam rangka pembelajaran di kelas berupa softwere microsoft paint, Microsoft Office yang isinya adalah.

a.       Program Microsoft Word

b.      Program Excel

c.       Program Power Point

 

A. Program Pengolah Kata (Microsoft Word)

1.      Mengenal Microsoft Word

a.       Memulai Softwere Pengolah kata

b.      Menggunakan Bar Menu (Office Button/Ribbon)

c.       Menggunakan Toolbar Standart (Quick Access)

d.      Menggunakan Tool Format (Font)

e.       Menggunakan Tool Gambar (Shapes)

f.       Melakukan kostomisasi Toolbar (Quick Access Toolbar) dan Menu (Ribbon)

g.      Menyimpan Dokumen Pengolah Kata untuk Penggunaan yang Berbeda

2.      Mengetik dan Mengubah Tulisan

a.       Mengetik tulisan atau memasukkan teks

b.      Memilih tulisan agar Anda dapat mengubahnya

c.       Menghapus atau menghilangkan tulisan atau teks

d.      Mengubah atau mengganti tulisan yang telah Anda ketik

e.       Memperbaiki atau membatalkan tulisan yang sudah Anda ketik atau perubahan yang telah Anda lakukan

f.       Mengkopi tulisan atau teks

g.      Mengilangkan atau meng-cat tulisan atau teks

h.      Mem-paste tulisan atau teks di tempat lain

i.        Menambah simol matematika atau sains, dll.

3.      Mengubah Tampilan pada Tulisan Anda

a.       Menentukan model huruf atau font tulisan Anda

b.      Memperbesar atau memperkecil tulisan

c.       Mengubah model tulisan

d.      Mengubah warna tulisan

e.       Membuat kata gemerlap, bersinar dan kelap-kelip

4.      Memperindah Paragraf dan Baris pada Tulisan

a.       Mengubah jarak antar baris

b.      Mengubah posisi kiri/kanan atau aligmment dari baris dalam tulisan

c.       Memindahkan baris ke dalam atau keluar dari suatu apargraf , atau mengubah indent

d.      Mengatur dan menggunakan tab untuk memberi jarak dari kiri ke kanan pada tulisan Anda

e.       Mengubah atau menghilangkan tab

f.       Membuat urutan nomor dari suatu informasi

g.      Memberi bulatan atau simbul lainnya, pada sederetan informasi

h.      Menambah bingkai pembatas di keliling tulisan atau paragraf

i.        Menambah wara latar belakang atau bayangan di belakang paragraf

j.        Memulai baris baru

5.      Menambah Gambar pada Halaman Anda

a.       Menambahkan gambar yang belum jadi dari komputer atau klip art

b.      Menambahkan gambar yang telah jadi dan tersimpan pada komputer Anda

c.       Menambah gambar yang Anda kopy dari situs web atau dokumen lain

d.      Mengubah urutan atau susunan tulisan di sekitar gambar

e.       Memperbesar atau memperkcil gambar

f.       Memindahkan gambar

g.      Merampingkan bagian tepi atau memotong gambar

h.      Membuat latar belakang sebuah tembus pandang atau transparan

i.        Menambahkan bingkai pembatas atau frame di sekeliling gambar

j.        Membuat gambar lebih terang atau lebih gelap

k.      Mengubah warna gambar menjadi gambar abu-abu atau hitam putih

l.        Manambah gambar tipis di latar belakang  atau watermark

m.    Mengkompres gambar untuk mempertahankan ukuran file tetap kecil

6.      Mendesain Halaman Anda

a.       Memperbesar atau memperkecil pada halaman layar

b.      Menampilkan atau menyembunyikan mistar

c.       Menggunakan grid untuk meletakkan atau mengukur objek

d.      Mengatur dokumen Anda untuk dicetak memanjang atau landsscape

e.       Mengatur jarak bagian kosong, atau margin, pada bagian tepi halaman

f.       Mengatur halaman dengan kolom seperti surat kabar atau majalah

g.      Mengakhiri suatu informasi dalam sebuah kolom dan memulainya di kolom berikutnya

h.      Mengakhiri sebuah halaman dan memulai sebuah halaman selanjutnya

i.        Menambah sebuah kotak yang bisa Anda beri tulisan di dalamnya

j.        Memperbesar atau memperkecil  kotak teks

k.      Menghubungkan kotak teks sehingga tulisan di dalamnya bersambung  dari satu kotak ke kotak lain

l.        Menambah bingkai pembatas di sekeliling halaman

m.    Mengatur ukuran yang tepat dari sebuah gambar, kotak teks, atau bentuk

n.      Menderetkan beberapa gambar, kotak teks, atau objek

o.      Untuk menyamakan jarak  antara gamba,r kotak teks, dan objek lain

p.      Untuk menambah informasi yang berulang  pada bagian atas dan bawah  halaman Anda, atau menambah header dan footer

q.      Mengatur sebuah dokumen  dengan perbedaan pada halaman pertama

r.        Melihat bagaimana tampila dokumen  sebelum Anda mencetak

s.       Memilih dan menggunakan bagian design tema

7.      Bekerja dengan Tabel

a.       Menambah dan menyisipkan tabel baru

b.      Memilih sebuah sel

c.       Memilih satu atau beberapa baris

d.      Memilih satu atau beberapa kolom

e.       Memilih seluruh tabel

f.       Menghilangkan atau menghapus satu atau beberapa baris

g.      Menghilangkan atau menghapus satu atau beberapa kolom

h.      Menghilangkan atau menghapus seluruh tabel

i.        Menambah atau menyisipkan satu baris baru dalam sebuah tabel

j.        Menambah atau menyisipkan satu kolom baru dalam sebuah tabel

k.      Memindahkan baris

l.        Memindahkan kolom

m.    Menyatukan dua sel atau lebih atau menggabungkannya

n.      Membagi atau memisahkan sebuah sel menjadi banyak

o.      Mengubah lebar seluruh kolom dalam sebuah tabel secara otomatis

p.      Mengubah posisi atau alignment dari informasi di dalam tabel

q.      Menggunakan pengaturan desain  untuk mengubah tampilan tabel

r.        Melakukan perubahan sendiri pada tampilan tabel Anda

s.       Mengurutkan atau mengubah urutan baris berdasarkan informasi tertentu

8.      Bekerja dengan Grafik

a.       Membuat grafik tanpa tabel

b.      Membuat sebuah grarik dari tabel

c.       Mengubah jenis grafik

d.      Membuat judul suatu grafik

e.       Mengubah cara pengaturan data di dalam grafik

f.       Mengubah warna grafik

g.      Menampilkan/menyembunyikan tulisan pada grafik

h.      Menampilkan/menyembunyikan garis grid kategori axis

i.        Menampilkan/menyembunyikan grid nilai

9.      Bekerja dengan Diagram

a.       Membuat grafik organisasi

b.      Membuat diagram siklus

c.       Membuat diagram piramida

d.      Membuat diagram venn

e.       Membuat diagram target

 

B. Microsoft Excel

1.      Mengenal Microsot Excel

a.       Memulai sofewere spreadsheets

b.      Menggunakan bar menu (tombol office/Ribbon)

c.       Menggunakan toolbar standard (Quick access)

d.      Menggunakan tol-tol formating (Font)

e.       Mengunakan neme box

f.       Menggunakan formula bar

g.      Mengubah toolbar (Quick access toolbar)  dan Menu (Ribbon)

h.      Menyimpan spreadsheet

2.      Memilih sel, baris, dan kolom

a.       Memilih sebuah kotak atau sel

b.      Memilihh beberapa kotak atau sel yang berdampingan

c.       Memilih beberapa kotak atau sel yang tidak berdampingan

d.      Memilih suatu baris

e.       Memilih beberapa baris yang berdampingan

f.       Memilih beberapa baris yang tidak berdampingan

g.      Memilih suatu kolom

h.      Memilih beberapa kolom yang berdampingan

i.        Memilih seluruh sheet

3.      Menggunakan worksheets

a.       Berpindah worksheet

b.      Memberi nama baru suatu worksheet

c.       Menghilangkan atau menghapus worksheet

d.      Menambah atau menyisipkan sebuah worksheet

e.       Memindahkan sebuah worksheet

f.       Membuat copy dari sebuah worksheet

g.      Menghubungkan informasi di anatara worksheet

4.      Menambah dan bekerja dengan informasi

a.       Menambah tulisan dan angka pada sel worksheet

b.      Mengubah informasi yang sudah ada dalam sebuah sel

c.       Menyisipkan suatu baris dalam sebuah sel

d.      Menyatukan sel dalam sebuah sel

e.       Menghilangkan atau menghapus informasi dalam sebuah sel

f.       Meng-copy suatu informasi dan meletakkannya pada sel lain

g.      Menghilangkan atau mengambil informasi dan meletakkannya pada sel lain

h.      Mengulang atau mengisi informasi di sel-sel sekitarnya

i.        Menampilkan angka sebagai desimal , mata uang dan presentase

j.        Mengubah tampilan tanggal

k.      Mengetik sebuah komentar  pada sel worksheet

l.        Menyisipkan dokumen lain sebagai sebuah objek

m.    Menyisipkan sebuah link ke dokumen lain yang tersimpan pada komputer Anda

n.      Menyisipkan link ke sebuah situs  Web

o.      Mencari dan menyimpan sebuah templete spreedsheet dari web

5.      Mengubah tampilan pada informasi dan worksheets

6.      Mengatur informasi

7.      Mengerjakan matematika

8.      Membuat grafik

9.      Mencetak worksheets

 

C. Multimedia (Power Point)

1.      Mengenal  Microsoft PowerPoint

a.       Memulai softwere  multi media

b.      Menggunakan bar menu (Office  Buttom/Ribbon)

c.       Menggunakan Toolbar standar ((Quick Access)

d.      Menggunakan tool-tool formating (Font)

e.       Menggunakan tool-tool drawing (Shapes)

f.       Melakukan kostomisasi Toolbar (Quick Access Toolbar) dan Menu (Ribbon)

g.      Mengubah Task Pane

h.      Menggunakan reseach taskpane

i.        Menyimpan presentasi

j.        Menyimpan file presentasi sebagai halaman web

2.      Menampilkan dan Bekerja dengan Slide

a.       Mengganti dan bekerja dengan normal view

b.      Mengganti dan bekerja dengan outline format

c.       Mengganti dan bekerja dalam slides format

d.      Mengganti dan bekerja dalam sorter view

e.       Berpindah-pindah dalam slide

f.

3.      Membuat Presentasi

a.       Menambah dan menyisipkan slide baru

b.      Meng-copy dan men-duplikasi slide

c.       Menghilangkan atau menghapus slide

d.      Meletakkan slide sesuai urutan

4.      Mempercantik Tampilan Slide

a.       Memilih dan menggunakan templite desain

b.      Memilih dan menggunakan skema warna

c.       Mengubah warna latar belakang slide

d.      Mengubah layout pada slide yang ditampilkan

e.       Membuat dan menggunakan model presentasi , atau template Anda sendiri

f.       Untuk mengambil dan menyimpan template presentasi dari web

5.      Menambah Tulisan

a.       Menulis judul slide pada outline pane

b.      Menuliskan judul dan tulisan lain pada slide

c.       Membuat copi dari, atau duplikasi, kotak teks untuk digunakan pada slide yang sama

d.      Melakukan copy dan paste kotak teks untuk digunakan pada slide berbeda

e.       Menghilangkan atau menghapus kotak teks

f.       Mengubah desain atau font tulisan di dalam slide

g.      Memperbesar atau memperkecil tulisan

h.      Mengubah gaya huruf  di dalam slide

i.        Mengubah warna tulisan dalam slide

j.        Menambah dan menyisipkan tabel ke dalam slide

k.      Melakukan perubahan pada tabel di dalam slide

l.        Menambah dan menyisipkan grafik ke dalam slide

m.    Melakukan perubahan pada grafik dalam slide

n.      Mengunakan slide master untuk mengubah tampilan  tulisan pada sebuah slide

o.      Menambah catatan pada slide untuk membantu pembicara  dalam presentasi

6.      Menambah gambar dan Efek Artistik

a.       Menambah gambar yang tersedia , atau art clip  ke slide

b.      Menambah gambar yang tersimpan dalam komputer Anda

c.       Menambah bingkai pembatas pada gambar, kotak teks, dan objek lainnya

d.      Mengisi bentuk dan kotak teks

e.       Menambah efek bayangan

f.       Menambah efek 3-D

g.      Menggunakan slide master untuk menambah gambar  yang sama pada sebuah slide

h.      Mengkompres gambar agar ukurannya tetap kecil

7.      Menambah Suara, Film,dan Link

a.       Menambah file suara atau musik dari clip organizer

b.      Menambah file suara atau musik yang tersimpan di komputer Anda

c.       Memainkan CD atai track pada presentasi Anda

d.      Merekam suara Anda atau suara lain pada sebuah slide

e.       Menambah narasi pada suatu presentasi

f.       Menambah file film  atau video dari clip organizer

g.      Menambah file film atau video yang tersimpan pada komputer Anda

h.      Menyisipkan dokumen lain sebagai objek

i.        Menyisipkan sebuah linkke dokumen yang tersimpan pada komputer Anda

j.        Menyisipkan sebuah link ke situs web

8.      Menambah Animasi dan Efek Khusus

a.       Menambah efek khusus  yang berjalan di antara slide, atau transisi slide

b.      Menghilangkan transisi slide

c.       Menambah animasi atau gerakan pada sebuah objek

d.      Menambah efek animasi pada tulisan atau menambah sebuah skema animasi

e.       Membuat atau menambah  efek animasi buatan Anda

f.       Mengubah kecepatan efek animasi

g.      Membuat path dari animasi Anda  untuk mengikuti atau motion path

h.      Menghentikan efek animasi

i.        Menambah tombol aksi yang membawa Anda ke slide  yang ditampilkan ketika diklik

j.        Menambah tombol aksi yang meminkan  suara atau musik ketika diklik

k.      Mengubah pengaturan tombol aksi

l.        Menghilangkan tombol aksi

m.    Mengatur urutan dan waktu pada slide dengan banyak efek khusus

9.      Mengatur dan Menjalankan Presentasi

a.       Mencetak presentasi Anda

b.      Mengatur cara menjalankan presentasi

c.       Mengujicoba dan mengatur  waktu slide dari suatu presentasi

d.      Menjalankan presentasi

 

 

MICROSOFT OFFICE POWERPOINT

 

  1. Mengenal Microsoft Power Point

1. Memulai Sofewere Multimedia

 

Pembelajaran Berbasis ICT

Oleh Sujak, S.Pd., M.Pd

 

 

Pertemuan ke-3 dan ke-4  Program S-1 PGPAUD

Revolusi teknologi masa kini, khususnya komputer dan internet telah mengubah cara pandang dan berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya dan dunia pada umumnya. Kita semua dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang berbasis teknologi, di mana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan.

Pada era masyarakat yang dinamis atau menjelang era masyarakat dinamis yang kita harapkan dapat terwujud di tahun–tahun mendatang, perlu kiranya kita melakukan langkah persiapan secara optimal. Mengapa persiapan tersebut tidak dimulai dari sekarang juga?

Ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup, sebab kita sudah berada di sekitar teknologi mobile, serba nir–kabel, semua menuntut multimedialitas. Siap atau tidak pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi/Technology Information & Comunication (TIK/ICT) harus dimulai sejak sekarang.

Mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berbagai penelitian baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk media berbasi ICT dapat meningkatkan kualitas pendidikan.  Bersamaan dengan itu, pada generasi e–learning ini, kesadaran masyarakat akan proses belajar mengajar dengan menggunakan media ICT akan semakin besar.  Berangkat dari keadaan tersebut, saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk merangsang masyarakat agar mulai menggunakan teknologi dalam upaya pengembangan sumber daya manusia.

Namun demikian, media pembelajaran berbasis ICT dan pemanfaatanya berupa e– learning masih belum banyak dikembangkan dan dimanfaatkan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih memberi perhatian pada peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran berbasis ICT dan pemanfaatannya di Indonesia.  Ada tiga komponen penting yang harus disiapkan untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan menggunakan ICT, yaitu :

  • · Infrastruktur
  • · SDM
  • · Konten dan aplikasi

A. INFRASTRUKTUR

Pengembangan infrastruktur ICT pada lingkungan pendidikan di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1995, juga tumbuhnya ICT Center di setiap kabupaten/kota sejak tahun 2000, namun terlihat semakin pesat sejak tahun 2006 dengan dikembangkannya Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).  Jejaring pendidikan nasional adalah Wide Area Network (WAN) yang menghubungkan seluruh kantor dinas pendidikan propinsi, kabupaten/kota,  sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Jejaring ini dibuat untuk memperlancar dan mengoptimalkan arus komunikasi, data dan informasi antar pelaksana pendidikan, sehingga data dan informasi menjadi lebih optimal, lancar, transparan, efektif dan efisien.

Secara umum, Jardiknas dapat menjadi 3 zona, yaitu:

1. Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi

2. Zona Perguruan Tinggi

3. Zona Sekolah

Zona Kantor Dinas Pendidikan / Institusi

Zona ini menghubungkan kantor-kantor dinas pendidikan propinsi,

kabupaten/kota, PPPG, LPMP, Balai Bahasa, SKB dan institusi pendidikan lainnya.

Jaringan pada zona ini diprioritaskan untuk implementasi transaksi on line

 

Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan.

Zona Perguruan Tinggi (Inherent)

Zona ini menghubungkan perguruan tinggi yang ada pada 33 propinsi, dan disebut juga dengan Inherent (Indonesia Higher Education Network)

Jaringan ini diprioritaskan untuk pelaksanaan riset dan pengembangan perguruan tinggi, sehingga menggunakan bandwidth yang cukup besar.

Zona Sekolah

Zona ini akan dikembangkan pada tahun 2007 dan menghubungkan 6500 sekolah dengan menggunakan teknologi ADSL.

Zona ini dikembangkan dalam area yang terbatas oleh kemampuan layanan ADSL yang dapat dicapai oleh PT Telkom

B. SUMBER DAYA MANUSIA

Pengembangan SDM juga dilakukan Depdiknas sejak dilakukan sosialisasi tentang Internet pada tahun 1999. Sejak saat itu banyak pelatihan ICT, antara lain:  Pelatihan Internet, SMK TI, Networking, Pelatihan Multimedia, Ketrampilan kompter dan Pengelolaan Informasi, hingga Java Education National Network, serta pelatihan Jardiknas.

Selain pelatihan, juga banyak disiapkan pendidikan formal untuk peningkatan kompetensi guru, di antaranya : S2 Magister TI Terapan, D4 TI, S2 Game Teknologi ,  D3 TKJ dll.

Jardiknas adalah jejaring besar di Indonesia yang diakui oleh Dewan ICT Nasional sebagai salah satu dari 7 Flagship ICT Nasional. Untuk mendukung peran Jardiknas sebagai super highway bagi e-Learning dan e-Administration Pendidikan Nasional,  maka kebutuhan SDM yang cakap dan kreatif dalam mengembangkan bahan-bahan ajar berbasis ICT dan memutakhirkan Data Pokok Pendidikan dari titik-titik sekolah  (SchoolNet) ke titik Pusat di Depdiknas Jakarta. Untuk itulah Biro PKLN memandang penting diselenggarakannya program Pelatihan Program berbasis ICT ini untuk mengenalkan Jardiknas kepada Kepala, Guru, Tata Usaha, dan Pustakawan Sekolah/Madrasah yang diharapkan dapat memenuhi kapasitas content e-Learning dan e-Administration serta kesinambungan Jejaring Pendidikan Nasional  (Jardiknas).

 

C. KONTEN DAN APLIKASI E-LEARNING

3.1 Internet sebagai Media Pengajaran

 

Di Amerika, negara asal kemunculan internet, internet digunakan sebagai penghubung antar universitas. Kehadiran internet di Amerika identik dengan pengajaran dan penyebarluasan ilmu pengetahuan. Bagaimana dengan Indonesia ?  lain halnya dengan Indonesia, kehadiran internet identik dengan Bisnis (ecommerce,  ISP) dan entertainment. Komersialisasi komponen internet membuat biaya akses internet di indonesia membumbung enam kali lipat lebih mahal daripada di negara asal kemunculan internet.

Yang menjadi pertanyaan, benarkah internet sangat penting dan mendukung dalam sektor pengajaran? Terkait dengan pola pengajaran konfensional yang berbasis pertemuan langsung/tatap muka, apakah mereka akan tergantikan dengan kehadiran internet?

Seiring pertambahan penduduk maka kebutuhan akan pengajaran juga semakin besar. Sayangnya, peningkatan kebutuhan ini sering kali tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana pengajaran,baik kuantitas maupun kualitas.  Pertambahan jumlah pengajar tidak sebanding pertambahan kebutuhan yang ada.  Ketika suatu instansi pengajaran membuka program/kelas baru. hal ini tidak diimbangi dengan penambahan jumlah pengajar. Akibatnya, waktu dan tenaga yang dialokasikan semakin terbatas. Secara otomatis peningkatan kualitas yang diharapkan tidak akan tercapai.

Keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama bagi peningkatan kualitas pengajaran. Pertambahan jumlah peserta didik pada suatu lembaga pengajaran berpotensi mengurangi kualitas interaksi antara pengajar dan peserta didik sehingga hasil yang maksimal, dalam rupa pengajaran berkualitas, semakin jauh dari harapan.

Pemanfaatan internet dalam dunia pengajaran akan membantu dunia pengajaran meningkatkan kuantitas peserta didik. Akan semakin banyak peserta didik yang dapat direngkuh melalui internet. Selain peningkatan kuantitas, hal yang sama pun berlaku pada pada sisi kualitas. Seperti disinggung diatas, peningkatan kuantitas peserta didik dapat mendegradasi kualitas pengajaran yang diperolehnya.  Pengadaan teknologi internet, dapat menjadi salah satu antisipator terhadap kemungkinan tersebut.

Titik sentral pengajaran adalah hubungan antara pengajar dan peserta didik. Pada metode pengajaran konvensional, hubungan antara pengajar dengan peserta didik sangat erat, yang erat ini melibatkan fitrah manusia sebagai manusia yang butuh sentuhan perasaan (empati) dari pengajar dalam transfer pengetahuan. Oleh karena itu kualitas pengajaran konfensional dikenal sangat baik dan mampu menghasilkan manusia yang bukan hanya pandai, melainkan juga terdidik. Kita mengenal hubungan ‘santri –kiai’, lalu sistem ‘usrah’ (seperti pada Universitas Islam Antar Bangsa) dimana profesor duduk melingkar bersama pera peserta didik dan asisten, dan juga sistem, ‘talk and chalk’ pada universitas – universitas terkemuka di dunia. Sistem pengajaran semacam itu memang sangat baik. Akan tetapi, seiring peningkatan jumlah peserta didik, haruskah kita tetap bertahan pada pola lama tanpa melibatkan teknologi di dalamnya?

Teknologi internet mengemuka sebagai media yang multirupa. Komunikasi melalui internet bisa dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting)  atau secara massa, dikenal one to many communition (misalnya mailing list).  Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seterti pada metode konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.

Berdasarkan hal tersebut maka internet sebagai media pengajaran mampu mengadakan karakteristik yang khas, yaitu {1} sebagai media interpersonal dan massa; {2} bersifat interaktif; {3} memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun ansinkron {tunda}. Karakteristik ini memungkinkan peserta didik melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas jika dibandingkan dengan hanya menggunakan media konfensional.  TI menunjang peserta didik yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap bisa meninkmati pengajaran. Metode talk and chalk, nyantri, usrah dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, (mailing list). Metode ini mampu menghilangkan gap antara pakar dan peserta didiknya. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti peda metode usrah.

Berdasarkan uraian di atas, bisa dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistim pengajaran. Kehadiran internet lebih bersifat suprementer dan pelengkap. Metode konvensional tetap diperlukan, hanya saja bisa dimodifikasi ke bentuk lain. Metode talk and chalk mengalami modifikasi menjadi online conference. Metode nyantri dan usrah mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailling list.

 

 

 

3.2. Web Portal Belajar dan Distance Learning

 

Tahap awal pemanfaatan internet dalam pengajaran berbentuk model Web Portal Belajar. Model ini menggunakan internet sebagai penunjang peningkatan kegiatan belajar mengajar dikelas.Jadi, peningkatan kualitas pengajaran masih sangat mengutamakan tatap muka dikelas.

Model Web Portal Belajar menjadikan internet sebagai penyedia sumber belajar yang bisa diakses secara online. Internet juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk meningkatkan komunikasi, baik sesama peserta didik,peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan pengajar, atau peserta didik dengan kelompok lain diluar institusi sekolah. Model ini meningkatkatkan kualitas pengajaran yang diberikan diruang kelas karena terdapat pengayaan materi, baik yang berasal dari kegiatan tatap muka dikelas maupun yang ada di internet.

Apabila pihak institusi pengajaran telah mampu menerapkan model Web Portal Belajar maka institusi bisa mengembangkan ke tahap selanjutnya yang disebut pembelajaran jarak jauh / distance learning, pengajar dan peserta didik terpisah oleh waktu dan ruang.Walau demikian, diskusi masih bisa dilaksanakan,  baik secara sinkron maupun asinkron. Seluruh kegiatan pengajaran dilakukan melalui internet sehingga kegiatan tatap muka secara fisik tidak diperlukan. Dalam distance learning, internet bukan hanya berperan sebagai pendukung kegiatan pengajaran,melainkan juga faktor utama yang menentukan jalannya pengajaran.  Bagaimana tidak ? Tanpa koneksi internet maka pengajaran tidak akan dapat berjalan.

Pembelajaran jarak jauh (distance learning) melalui internet harus tetap melibatkan empati para pengajar sehingga terjadi hubungan erat antara pengajar dan peserta didik. Tanpa empati, pengajaran dalam arti sesungguhnya tidak terjadi dan yang berlangsung hanyalah proses transfer informasi. Untuk itu, institusi yang mengadakan distance learning harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:

1) Pusat kegiatan peserta didik . Sebagai community web distance learning maka ia harus bisa menjadi sarana bagi pusat kegiatan peserta didik,diantaranya menambah kemampuan, membaca materi kuliah,mencari informasi, dan sebagainya. Untuk itu , institusi perlu merancang sebaik mungkin web yang disajikan sehingga bisa menampung semua kebutuhan peserta didik. Institusi juga harus membuka diri kepada para peserta didik sehingga penjaringan ide bagi pengembangan aplikasi yang ada bisa berjalan lebih cepat.

2) Interaksi dalam grup. Para peserta didik harus bisa saling berinteraksi satu sama lain walaupun tidak berada pada satu tempat /ruangan yang sama.  Mereka bisa saling berdiskusi tentang materi yang diberikan oleh para pengajar.  Dosen bisa hadir dalam diskusi ini dengan memberikan ulasan awal sebelum diskusi dimulai. Oleh karena itu, instusi yang benar-benar terjun dalam pola distance learning harus pula mempersiapkan aplikasi yang bisa menjalin interaksi antara semua komponen yang terlibat dalam pengajaran.

3) Sistem administrasi peserta didik . Unsur ini tidak boleh diabaikan .Karena dalam distance learning peserta didik tidak hadir secara fisik pada institusi yang ada maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek bila dibandingkan pola pengajaran konvensial. Perlu dikembangkan juga aplikasiyang memungkinkan peserta didikuntuk mengetahui statusnya  (prestasi), jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) yang telah ditemouh, mata kuliah yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pengajatran, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh dilupakan oleh institusi pengajaran adalah jaminan keamanan terhadap data pribadi para peserta didik.  Kerahasiaan data ini mutlak dan institusai tidak berhak menjualnya kepada pihak lain. Institusi pengajaran perlu melengkapi diri dengan aplikasi pengamanan jaringan internet (seperti firewall, enkripsi data dan sebagainya).  Aplikasi keamanan jaringan akan mengurangi peluang kebocoran data peserta didik yang beresiko tinggi apabila berhadapan dengan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

4) Evaluasi materi. Evaluasi sangat perlu dilakukan agar peserta didik maupun institusi pengajaran bisa mengetahui sejauh mana efektifitas pengajaran yang dilakukan. Evaluasi ini juga membantu peserta didik dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang disajikan.

5) Perpustakaan digital. Dalam distance learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital maka peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mencari literarut yang dibutuhkan dalam proses pengajaran. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pengajaran yang ada karena peserta didik tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pengajaran yang dimiliki perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literasi berbentuk video, dan image.

6) Materi online pendukung lainnya. Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pengajaran, peserta didik juga harus diberi link ke sumber informasi lannya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang ada perlu disajikan dalam aplikasi distance learning, peserta didik juga harus diberikan kesempatan untuk bisa mengisikan link pada aplikasi distance learning sehingga peserta didik lain bisa memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan peserta didik, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga bisa membantu peserta didik lain dalam memperoleh manfaat dari distance learning ini.

3.3. Aplikasi Internet untuk e-Learning

 

Internet menyediakan banyak kemudahan bagi dunia pengajaran. Sebenernya,  suatu institusi yang akan mengadakan pengajaran online tidak perlu susah-susah membangun perangkat lunak untuk e-learning yang dibutuhkannya. Telah tersedia berbagai pilihan aplikasi yang bisa dimanfaatkan demi memperlancar jalannya proses pengajaran. Pilihan aplikasi yang tersedia sangat beragam, mulai yang gratis  (di bawah open source project) hingga komersial (dibawah vendor tertentu).  Ketika memutuskan utuk menerapkan distance learning, yang harus dilakukan pertama kali adalah memahami model CAL+CAT (Computer Assisted Learning+Computer Assisted Teaching) yang akan diterapkan. Beberapa model

CAL+CAT, diantaranya adalah :

1.  Learning Management System (LMS). LMS merupakan kendaraan utama dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kumpulan perangkat lunak yang ada didesain untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah, dan institusi.  Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta didik, dan keduanya harus terkoneksi dengan internet untuk menggunakan aplikasi ini.

2. Computer Based Training (CBT) / Course Authoting Package (CAP). CBT adalah perangkat lunak online untuk proses pembelajaran secara local pada masingmasing computer peserta didik. Perangkat lunak ini juga bias diterapkan secara online. Kebanyakan pengguna menggunakannya secara offline karena faktor bandwith yang dibutuhkan CBT untuk memproses large video. CAP adalah perangkat lunak untuk mengembangkan lunak CBT.

3. Virtual Laboratory. ViLAB adalah lingkungan dimana peserta didik dapat memperoleh pengalaman praktis secara maya/virtual . ViLAB umumnya dipasang secara offline pada masing-masing komputer peserta didik, namun sat ini sudah banyak aplikasi online.

3.4. Aplikasi Pendukung

a. Digital Library

Digital Library menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi tertarik terhadap operasional secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya. Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau  “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering digunakan. Assotiation of Research Library menyandarkan pada Karen Drabenstott’s Analytical Review of the Library of the Future [Drabenstott] atas inspirasinya dalam mendefinisikan Digital Library, Drabenstott menawarkan 14 definisi yang dipublikasikan antara tahin 1987 dan 1993. Secara umum perbedaan-perbedaan definisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut :

  • Digital Library memerlukan teknologi untuk menghubungkan banyak resource, perpustakaan dan pelayanan informasi.
  • Hubungan beberapa Digital Library dan pelayanan informasi adalah transparan kepada pengguna akhir.
  • Tujuannya adalah akses secara universal dan pelayanan informasi.
  • Koleksi Digital Library adalah tidak terbatas terhadap dokumen,  tetapi berkembang pada digital artifacts yang tidak dapat di sajikan atau distribusikan dalam format tercetak.

 

b. Video on Demand

 

Video on Demand menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses resource-resource digital berupa video dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Video ini biasanya berupa video pembelajaran,  yang dapat diakses sesuai kebutuhan, dan didistribusikan secara streaming melalui jaringan komputer.

 

c. Wikipedia

 

Wikipedia menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk berkolaborasi menyusun ensiklopedia. Dengan wikipedia pengguna dapat membangun naskah secara kolaboratif, hingga dapat menjadi ensiklopedia di Internet.

 

d. Blog

 

Blog menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk membuat tulisan, baik formal maupun informal, seperti buku harian. Blog adalah catatan seseorang yang dibuat untuk konsumsi publik. Dengan blog ini kita bisa sharing ilmu pengetahuan.

e. Mobile Learning

 

Mobile Learning merupakan perwujudan e-learning dalam perangkat bergerak,  seperti handpone/telepon genggam. Dengan mobile learning kita bisa belajar melalui handpone kita. Materi dituangkan dalam modul untuk handpone.

D. Kesimpulan

1. Infrastruktur serta penyiapan SDM dalam bidang TIK untuk dunia pendidikan Indonesia sudah cukup berkembang, maka selanjutnya upaya untuk memperkaya konten adalah sangat penting.

2. Beberapa model untuk pembelajaran berbasis ICT adalah dengan Learning Management Siystem (LMS), Computer Base Training (CBT), Virtual Laboratory  (Vilab).

3. Ada beberapa tools, serta aplikasi untuk penerapa pembelajar berbasis ICT,  antara lain : eMail, Mailing List/Forum, Web Portal Pembelajaran, Digital Library, Video on demand, Wikipedia, Blog, Mobile learning.

E. Referensi

eLearning For Education, Multimedia University.

Pedoman Pelatihan Jardiknas, Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri,  Depdiknas,Jakarta, 2007.

Digital Library, http://digilib.itb.ac.id, 2007

Gatot HP dkk, Jejaring Pendidikan Nasional, Biro Perencanan dan Kerjasama Luar Negeri, Depdiknas, Jakarta, 2007.

Kukuh Setyo Prakorso, Membangun eLearning dengan Moodle, Penerbit Andi Yogyakarta, 2005

http://ryea.wordpress.com/2007/06/20/pembelajaran-media-elearning- di-pendidikan-tinggi/

http://www.itb.ac.id/agenda/377

Onno W. Purbo, Membuat Content Untuk Perpustakaan Digital menggunakan Knowledge Tree, Artikel, 2003.

Siti Muasaroh, Peran Perpustakaan Digital di Era Global, Makalah Pelatihan Jardiknas, 2007 http://media.diknas.go.id/media/document/4794.pdf

Wahyu Purnomo, Konsep dan Implementasi TIK dalam Pendidikan, Seminar Nasional ICT di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 2007.

Walter Behnke, Open Source Opens Opportunities for Online Learning, http://  vcclearns.vcc.ca, Vancouver Community College, 2004.

 

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.